MALANG- Arema nyaris punya pelatih baru. Dalam rapat pengurus yayasan pada Jumat (5/2) malam, mereka memutuskan Ivan Kolev sebagai arsitek tim menggantikan Roberts Alberts.Bahkan, nama mantan pelatih timnas Indonesia dan Persija Jakarta tersebut juga sudah disebut dalam pengumuman kemarin (6/2) pukul 14.00 bersamaan dengan informasi pemecatan Roberts. Tapi, pengumuman kembali diralat. Pada pukul 16.15, arsitek asal Belanda itu dinyatakan tetap melatih Arema.
Itu dilakukan setelah Ketua Yayasan Arema M. Nur, Dirut PT Arema Indonesia Gunadi Handoko, dan Manajer Rendra Kresna melakukan konsultasi dengan semua pihak seperti pembina yayasan, manajemen tim, jajaran pelatih, serta pemain
Ya, awalnya, Ketua Yayasan Arema M. Nur yang didampingi Dirut PT Arema Indonesia Gunadi Handoko secara mengejutkan mengumumkan pemecatan Robert pukul 14.00. Keputusan itu diambil setelah pengurus yayasan berkonsultasi dengan pembina Yayasan Arema Darjoto Setyawan, Andi Darussalam Tabusala, dan M. Said.
Alasan pemecatan karena Robert meminta keluar sebagai wujud solidaritas terhadap pelatih kiper Herman Kadiaman yang kemarin dipecat.
Herman sendiri tidak dipakai lagi di Arema karena dianggap tidak bisa berkomunikasi dengan kiper Markus Haris Maulana sehingga timbul perseteruan dengan Robert. Perseteruan itulah yang membuat Robert mengambil keputusan mencoret Markus.
"Robert tetap di Arema. Hanya Herman dan Markus yang mengundurkan diri," ucap Nur di kantor Arema kemarin.
Menurutnya, pertimbangan yayasan mempertahankan Robert karena banyak faktor. Salah satunya untuk menjaga keutuhan tim. Sebab, keberadaan Robert masih dibutuhkan di Arema untuk melanjutkan tren positif menggapai juara Indonesia Super League (ISL) 2009-2010.
Sumber Radar Malang (Jawa Pos Group) mengatakan, yayasan meralat keputusannya memecat Robert karena mantan pemain Ajax Amsterdam itu digandoli pemain.
Dalam diskusi dengan M. Nur dan Gunadi sekitar pukul 11.00, penggawa Arema meminta Robert dipertahankan. Sebab, belum ada jaminan bahwa pelatih baru (Kolev) akan bisa meneruskan prestasi yang telah ditorehkan Robert selama putaran pertama sehingga Arema mampu menjadi juara putaran pertama.
Pertimbangan lain, setelah Nur dan Gunadi bertemu Robert, mantan pelatih Serawak FC itu mengaku tidak pernah menyatakan mundur dari Arema karena bentuk solidaritas terhadap Herman.
"Saya tidak pernah mengatakan mundur dari Arema," ucap Robert.
Dia mengatakan sudah legawa atas keputusan manajemen yang mengakhiri kontrak Herman. Kini, dirinya sudah menganggap tidak ada masalah lagi dengan manajemen dan ingin fokus menyiapkan tim untuk menyambut laga kontra tuan rumah PSM Makassar (10/2).
Disinggung soal Markus, Nur mengatakan tidak lagi diperpanjang kontraknya karena sudah resmi mengundurkan diri. Markus mundur karena merasa tidak akan dimainkan Robert jika tetap di Arema. Jika itu yang terjadi, karirnya di timnas kena dampak.
Karena Robert dipertahankan, Nur mengatakan manajemen akan membatalkan rencana mendatangkan Kolev. Padahal, manajemen kemarin sudah meminta pelatih asal Bulgaria tersebut untuk membuat paspor dan visa agar bisa datang ke Malang.
"Ya secara otomatis kami batalkan untuk mendatangkan Ivan Kolev," ujar Nur.
Gunadi menambahkan, soal pengganti Herman, manajemen sudah mendekati pelatih kiper timnas Sudarno. Bahkan, Sudarno menyatakan kesediaannya melatih di Arema.
Hanya, detail kontraknya masih akan dibicarakan ketika bertemu di Malang. Sedangkan untuk pengganti Markus, manajemen masih melakukan perburuan pemain.
Gunadi menegaskan, keputusan tetap mempertahankan Robert dinilai sebagai keputusan yang bagus. Dia menganggap itu keputusan terbaik untuk menjaga keutuhan tim.
"Jadi, pertimbangannya untuk menjaga tim ini lebih baik sehingga Arema ke depan bisa semakin lebih baik," ungkapnya.
Sementara, Herman mengakui pasrah dengan keputusan manajamen. Dia mengaku bisa menerima keputusan manajemen. Herman juga mendoakan agar Arema agar bisa meningkatkan prestasi.
"Saya akan libur sementara dengan kumpul keluarga di Makassar," jelas mantan pelatih kiper Arema era Miroslav Janu ini.
Selain Herman dan Markus, Rendra Kresna kemarin juga resmi mundur dari jabatannya sebagai manajer Arema. Posisi Rendra sementara digantikan Mudjiono Mudjito (sekretaris yayasan). Sedangkan Rendra menempati posisi sebagai presiden kehormatan di PT Arema Indonesia sekaligus bendahara yayasan.
Rendra mengundurkan diri dari jabatan manajer karena ingin fokus pilkada Kabupaten Malang sehingga keberadaan dirinya di Arema tidak dianggap politis.
"Meski tidak di tim, saya tetap di yayasan," kata dia.(gus/yn/diq/jpnn)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar