Malang (beritajatim.com) - Suasana tegang kini terjadi di makas Arema Indonesia, Sabtu (06/02/10) siang. Wajah penuh harap kecemasan terpancar dari skuad singo edan dan manajemen.Begitu tiba dari berlatih, bus pemain yang tiba dikantor Arema jalan Sultan Agung No.9, Kota Malang, nampak tegang.
Hal ini dipicu keputusan pelatih Arema Robert Albert memutuskan hengkang. Keputusen Mener kelahiran Inggris itu setelah pertememuan dengan manajemen semalam, tak ada titik temu.
Kabar pun tersiar lantaran sudah tidak ada lagi kecocokan antara manajemen dan pelatih. Tak hanya itu, keputusan hengkangnya Robert karena ada miss komunikasi antara manajemen, pelatih dengan penjaga gawang utama Markus Maulana.
Markus mengancam keluar dari Arema karena dia tidak pernah dimainkan oleh Robert Albert. Tak hanya itu, selama setengah musim Indonesia Super League bergulir, Markus banyak dibangku cadangkan.
Nah, keputusan pun terjadi, markus ngotot kabur. Tapi manajemen tidak mengijinkan yang berbuntut saling serang.
Robert yang tidak keberatan Markus hengkang, malah menjadi polemik berkepanjangan. Usai latihan, para punggawa Arema pun mendatangi kantor seketariat.
Rombongan skuad singo edan, tak nampak Markus Maulana, Pierre Njanka serta semua pelatih Arema termasuk Robert Albert. Sampai berita ini dikabarkan, satu persatu manajemen Arema datang ke Jalan Sultan Agung.
Gunadi Handoko selaku Direktur PT Arema Indonesia, hanya tersenyum saat tiba dilokasi. Ia langsung masuk kedalam kantor dan rapat mendadak bersama seluruh punggawa Arema.
Beberapa menit kemudian, giliran Muhammad Nur yang datang. Ketua Yayasan Arema itu terlihat santai dan menyapa para jurnalis yang menunggu diluar kantor.
"Salam arema. Gimana ini, sehat semua kan," sapa M Nur pada puluhan wartawan yang menunggu hasil rapat terkait hengkangnya Robert Albert.
Menurut lelaki paruh baya itu, tidak ada masalah berarti. Nur juga menjelaskan agar Arema tidak pernah diterpa masalah krusial dengan menggelar selamatan tumpeng.
Sampai siang ini, rapat mendadak masih berlangsung. Rapat tertutup itu, membuat puluhan wartawan dari media cetak dan elektronik, harus menunggu lebih dari tiga jam.[yog/ted]


Tidak ada komentar:
Posting Komentar