Perseteruan kiper Markus Horison dan Pelatih Arema Indonesia, Robert Rene Albert belum menemukan titik terang. Kedua pihak belum menemukan kata sepakat hingga hari ini."Saya masih menunggu sikap manajemen Arema Indonesia. Kalau memang saya tidak mendapat jaminan tampil sebagai pemain inti, saya tetap ingin keluar dari Arema," kata Markus saat dihubungi VIVAnews, Jumat 5 Februari 2010.
Markus masih pulang ke kampung halamannya di Medan. Kiper utama tim nasional Indonesia ini menunggu manajemen Arema menghubunginya.
"Kalau tidak dihubungi juga, baru saya akan menghubungi mereka," kata Markus.
Markus mengancam akan meninggalkan Arema pada putaran kedua Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010. Sikap ini dipicu oleh keputusan Robert yang sering menempatkan kiper 28 tahun ini di bangku cadangan.
Padahal, jika jarang dimainkan, posisinya sebagai kiper utama Merah Putih jadi terancam. Puncak kekesalan Markus saat pelatih asal Belanda itu kembali memarkirnya saat Arema bertemu PSM.
"Kalau memang Rene berubah sikap dan memberikan saya jaminan untuk main, saya juga akan berubah sikap," kata pria yang juga dikenal dengan nama Markus Haris Maulana sejak menjadi muslim ini.
Konflik Markus-Robert telah menarik perhatian tim-tim peserta ISL. Beberapa tim bersedia menampung Markus bila Arema ternyata memutus kontraknya.
Menanggapi tawaran klub-klub tersebut, Markus tak ingin gegabah. Pasalnya, dia sadar kalau statusnya masih terikat kontrak dengan Arema Indonesia.
"Kalau klub yang mendekati saya sudah banyak. Namun, saya belum bisa memberi keputusan karena masih terikat dengan Arema," kata Markus.
"Kalau sampai kontrak saya digantung oleh Arema, ya berarti saya akan makan gaji buta di sana. Saya akan tetap di Arema, namun saya akan mangkir-mangkir dalam latihan," pungkasnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar