Kiper Arema Indonesia Markus Horison sedang uring-uringan. Ia kecewa terhadap kebijakan pelatih/manajemen yang jarang menurunkannya selama putaran pertama Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010. Mantan pentolan PSMS Medan itu bahkan mengancam hengkang dari Singo Edan.Menurut Markus, itu semua tergantung pada hasil pertemuan dengan manajemen Rabu (3/2) nanti. "Saya akan bicara langsung ke manajemen dan tim pelatih soal ini. Mereka sudah mengajak saya rapat hari Rabu nanti," ujar Markus yang berada di Malang ketika dihubungi, Senin (1/2).
Kiper utama tim nasional itu mengungkapkan, dirinya hanya diberi kesempatan tampil sembilan kali dari 17 laga Arema. "Saya cuma diberi kesempatan tampil sembilan kali dan ini sangat berpengaruh posisi saya di timnas. Sepertinya ada istilah anak emas di tim ini," papar Markus.
Ia menduga ada yang tak beres dengan keputusan pelatih membangkucadangkan dirinya. Ia sempat digosipkan sakit meski selama ini dalam kondisi bugar. "Saya paling kecewa ketika tak jadi main saat melawan PSM Makassar. Padahal, kondisi saya sangat bagus," tambahnya.
Manajemen tetap rileks menanggapi ancaman Markus. Dirut PT Arema Indonesia Gunadi Handoko mengatakan itu hanyalah ungkapan kegundahan sesaat Markus. "Kami yakin ia tak akan mundur. Itu hanya ungkapan kekecewaan Markus sesaat. Kami akan segera bertemu dengan Markus untuk membahas hal tersebut," cetus Gunadi Handoko.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar