Jumat, 23 April 2010

AREMA di Jayapura

JAYAPURA-Arema Indonesia dipastikan tidak akan berjuang sendiri saat menantang Persipura Jayapura, di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu (24/4) besok. Tim berjuluk Singo Edan ini akan didukung oleh Aremania yang berada di Jayapura dan sekitarnya.
Paling tidak, dari sambutan meriah paguyuban keluarga besar Arema Jayapura tadi malam, cukup memberi semangat pada pemain Arema. Pierre Njanka dkk dijamu Arema Jayapura di Lantamal, TNAL, Jayapura.

Wartawan Malang Post M.Buari melaporkan, ratusan Arema Jayapura beramah tamah dengan pemain dan tim pelatih Arema. Menurut ketua korwil Arema Jayapura, Bagus, acara tadi malam pada intinya adalah sebagai bentuk dukungan pada tim Arema yang akan bertanding lawan Persipura. “Kita juga mengucapkan selamat datang pada tim Arema di Papua, ini kami disini membuktikan bahwa Arema itu tak kemana-mana tapi ada dimana-mana, inilah bentuk dukungan kami untuk Arema,” ungkap Bagus yang memandu acara. Lebih lanjut, pria asal Bugis, Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ini mengaku tidak bisa secara langsung memberi dukungan pada tim Arema di lapangan. Pasalnya, kondisi keamanan di Jayapura dan supporter Persipura belum sepenuhnya bisa menerima suporter tamu.

“Karena alasan keamanan, kita tidak memungkinkan datang ke stadion dengan atribut Arema, karena supporter disini tidak bisa menerima supporter tamu, dan dua tahun lalu saat turun langsung kita dilempari oleh supporter tuan rumah,” jelasnya.
Praktis, dukungan dari Arema Jayapura, menurut Bagus hanya berupa dukungan moril dan doa. Termasuk acara tadi malam adalah dukungan secara moril, bahwa Arema tetap memiliki pendukung meski bermain jauh dari Malang.
Sementara itu menurut Ketua Umum Arema Jayapura, Joko Susilo, acara tadi malam sekaligus silaturahmi dan temu kangen dengan tim Arema. Menurutnya, kehadiran Arema ini memberi semangat Arema (Arek Malang) di Jayapura.
“Atas prestasi yang diraih tim Arema ini telah memberi penghargaan buat rakyat di Papua, Arek Malang jadi dikenal dan disegani, kami tentu bangga menjadi Arek Malang,” ungkap Joko mengaku anggotanya yang tercatat resmi di Jayapura berkisar antara 500 sampai 600 orang.“Saya berharap Arema akn terus eksis, dan sesuai namanya Arema Indonesia, tidak hanya berkiprah di tingkat domestic tapi juga internasional. Mudah-mudahan, tahun ini Arema meraih gelar juar,” sambung Joko Susilo, Arema asal Punten, Batu, tadi malam.
Atas dukungan kuar biasa dari Arema Jayapura ini, pelatih Arema, Robert Alberts merasa senang dan bangga. Menurutnya, dukungan Aremania ini bisa jadi pelecut semangat pemain Arema untuk memberi hasil terbaik di Jayapura. “Ini dukungan yang bagus. Saya harap bisa jadi motivasi pemain untuk tampil bagus,” katanya. (bua/nug)



OPTIMIS RAIH POIN
JAYAPURA-Pada laga leg pertama Indonesia Super League (ISL) di Stadion Kanjuruhan, 9 Desember 2009 lalu, Arema Indonesia mampu mengalahkan Persipura Jayapura dengan skor 2-1. Dua gol Singo Edan diborong M Fakhrudin. Sedangkan satu gol balasan lawan dicetak Paulo Rumere.

Kisah dua gol kemenangan Arema itu kini membayangi Fakhrudin saat akan menantang Persipura, Jayapura di Stadion Mandala, Sabtu (24/4) besok. Gelandang sayap yang terkenal dengan goyang gergajinya ini menyimpan harapan untuk kembali menjebol gawang Persipura.

"Ya, mudah-mudahan saja saya bisa kembali mencetak gol untuk Arema, tapi meski saya tidak cetak gol, yang penting Arema dapat poin di Jayapura. Dan peluang kita untuk juara akan semakin terbuka," ungkap Fakhrudin, kemarin pagi.

Menurutnya, Persipura adalah tim yang sulit untuk ditaklukkan saat bermain di kandangnya. Untuk itu mantan pemain Persisam Samarinda ini mengaku secara pribadi melakukan persiapan khusus jelang menghadapi Jack Komboy dkk.
"Pasti ada persiapan khusus, seperti penjagaan kondisi harus lebih matang, dan kita harus menyiapkan mental. Persipura tim bagus yang tak banyak perubahan dari musim lalu, jadi team work mereka bagus, itu harus kita waspadai," terang Fakhrudin.
Meski terbilang laga yang paling berat bagi Arema, pemain asal Sidoarjo ini mengaku optimis timnya dapat poin di kandang Jayapura.
"Kita pasti optimis, karena setiap pertandingan kita selalu optimis, dan setiap pertandingan Arema ini seperti laga final," yakin Fakhrudin.
Sementara itu keinginan pelatih Arema untuk mencoba lapangan Stadion Mandala, Jayapura, sore ini gagal terwujud. Pasalnya pantia setempat memberi jatah Arema latihan pada pagi ini, mulai pukul 09.00 WIT.
Kenyataan ini sulit untuk diterima pelatih Arema, Robert Alberts yang hingga kemarin sore masih berusaha agar timnya latihan sore. Namun panitia tetap memutuskan Arema untuk latihan pagi, tepatnya setelah latihan Persipura.
"Ini tidak bagus, panitia tidak mau bekerjasama, mereka mau Arema latihan pagi, mungkin ini langkah sabotase Persipura. Padahal di Malang kita mau bekerjasama dengan Persipura," ungkap Robert mengaku akan melakukan protes saat acara technical meeting, malam ini.
"Kita mau latihan sore untuk adaptasi cuaca pada sore hari, karena pertandingan digelar sore, dan besok pagi pemain bisa istirahat lebih panjang, tapi sekarang kita harus atur ulang jadwal tim Arema," sambung pelatih asal Belanda ini, kemarin sore.
Meski gagal latihan sore, Robert tetap mengusung pemainnya ke Stadion Mandala, kemarin sore. Kebetulan, jarak hotel Tirta Mandala tempat tim menginap dengan stadion cukup dekat, jadi pemain berjalan kaki. Sayang, saat masuk stadion, kondisi stadion sudah gelap.
"Program jalan-jalan ini untuk recovery pemain setelah perjalanan jauh, kita harap sirkulasi darah kembali lancar. Sore ini memang tidak ada latihan di lapangan, kita hanya ingin melihat kondisi lapangan di Stadion Mandala," terang Robert, kemarin sore.
Usai dari stadion, pemain Arema hanya diminta untuk peregangan masing-masing. Menurut Robert, pasukannya membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk laga besok sore. Dan sebelum istirahat, pemain masih menyempatkan lihat rekaman pertandingan Persipura, tadi malam. (bua/jon)

Minggu, 21 Februari 2010

AREMA PUAS DENGAN HASIL 3-0

Malang - Pelatih Arema Indonesia Renne Albert mengaku puas atas kemenangan atas Persik Kediri dengan skor 3-0 dalam laga lanjutan Indonesia Super Liga (ISL) di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Kamis (18/2). "Puas karena berhasil menambah kemenangan atas Persik," katanya.

Dalam sejarah sepakbola Liga Indonesia, Arema tercatat bertemu dengan Persik sebanyak 9 kali. Tujuh pertandingan dimenangkan Persik. Sedangkan Arema hanya memenangi dua laga terakhir, yakni di Stadion Surajaya Lamongan dan Stadion Kanjuruhan.

Menurut Albert, kunci kemenangan Arema terletak pada disiplin para pemain menjaga variasi antara menyerang dan bertahan. Pada babak pertama, misalnya, para pemain Arema lebih berkonsentrasi menyerang sehingga banyak mendapatkan kesempatan mencetak gol. "Pada babak pertama seharusnya bisa mencetak gol lebih dari satu," ujarnya.

Pada babak kedua, para pemain Arema diinstruksikan untuk bertahan dengan sesekali melakukan serangan balik. Instruksi ini mulai dijalankan setelah pertandingan babak kedua berjalan dua puluh menit. "Dua gol pada babak kedua hanya keberuntungan saja," tutur Albert.

Kubu Persik Kediri memaklumi kekalahan ini karena ada lima pemain yang tak bisa turun yang berdampak terbatasnya pemain cadangan. "Patricio akan kami ganti, tapi tak jadi karena kondisi pemain lain tak memungkinkan," kata Pelatih Persik Agus Yuwono.

Agus menilai kekalahan timnya disebabkan karena kelengahan para pemain. "Bukan kesalahan individu, tapi kolektif. Semua lengah baik saat bertahan maupun menyerang," ujarnya.

Persik akan menjadikan pertandingan ini sebagai bahan evaluasi menghadapi pertandingan selanjutnya melawan Persema Malang di Stadion Gajayana Malang Minggu (22/2),

Arema Indonesia mengalahkan Persik dengan skor 3-0. Gol Arema diciptakan oleh tiga pemain asingnya; Noah Alam Syah pada menit ke 23, Roman Camello pada menit ke 82, dan Pierre Njanka pada menit ke 90.

Kamis, 11 Februari 2010

AREMA BAWA 3 POIN DARI MAKASAR

Arema berhasil membawa 3 poin berka kemenangannya atas PSM 2-0 dalam lanjutan Djarum Indonesia Super League (ISL) di Stadion Andi Matalatta Mattoangin, Makassar, Rabu.

Gol kemenangan singo edan lahir pada menit 18, hasil tendangan bebas M Ridhuan yang gagal diantisipasi dengan baik penjaga Gawang PSM Syamsidar, tangkapan bolanya lepas dan justru mengarah ke gawang sendiri.

Sementara gol tambahan Arema juga lahir dari bola mati pada menit 76, saat tendangan bebas Roman Chamelio dari sudut kiri luar kotak penalti bersarang di sudut kanan atas gawan Syamsidar.

Di awal-awal babak pertama Arema lebih banyak mengancam pertahanan PSM yang dikawal Simon, Hamdi Hamzah, Randy Siregar dan Fandy Edy yang terlihat sering salah mengantisipasi bola dan kelabakan saat mengawal pergerakan pemain lawan.

Pada menit enam, Arema sudah menciptakan peluang lewat tendangan bebas M Ridhuan yang masih melenceng di kanan gawang Syamsidar.

Demikian juga pada menit delapan, penyerang-penyerang Arema memberondong gawang PSM, namun Syamsidar masih bisa menyelamatkan bola.

Sedang PSM juga mendapatkan peluang emas pertama pada menit sembilan, saat Aditya Putra Dewa berdiri bebas menyambut bola yang lepas dari kiper Arema Kurnia Meiga.

Sayang tendangan Dewa masih melambung sekitar satu meter di atas mistar gawang Arema, padahal gawang sudah kosong ditinggalkan Kurnia.

Tertinggal satu gol PSM terus menciptakan peluang bahkan sempat mencetak gol dari kaki Randy, namun dianulir wasit yang memimpin pertandingan, Jimmy Napitupulu, karena sebelumnya kiper Arema dilanggar Osvaldo Moreno.

Pada babak kedua, PSM terus mengurung pertahanan Arema dan menciptakan banyak peluang khususnya lewat tendangan bebas, tetapi selalu diantispasi Kurnia yang menjadi bintang pada laga tersebut.

Arema praktis hanya menyisakan M Fakhruddin di depan, tetapi saat mendapatkan bola mereka langsung melakukan serangan balik cepat yang melahirkan gol kedua dari Arema.

Meski pertandingan berlangsung dalam tempo cepat dan sedikit keras, namun wasit Jimmy hanya mengeluarkan dua kartu kuning, satu untuk gelandang PSM Diva Tarkas dan satu untuk pemain Arema Juan Revi.

Rabu, 10 Februari 2010

Target Alberts: Cetak Gol Sebanyak-banyaknya

Arema Indonesia bertekad membuat banyak gol ke gawang tuan rumah PSM di Stadion Andi Matalatta Mattoangin, Rabu (10/2). "Taktik permainan yang akan kita terapkan adalah mencetak gol lebih banyak. Karena kita datang dengan target menang, tidak boleh kalah," ujar pelatik tim Arema, Robert Alberts di Makassar, Selasa.

Menurut dia, untuk mendapatkan poin penuh dalam laga tersebut, mereka akan memainkan bola-bola panjang dan memanfaatkan bola mati, seperti yang diperagakan sagat latihan di Stadion Andi Mattalatta.

Pemain-pemain Arema seperti Piere Njangka, Roman Chamelo, Ridwan, Noh Alam Syah terlihat berulangkali bergantian melakukan tendangan bebas luar kotak finalty. Albert menyebut permainan bola panjang sulit diantisipasi pertahanan lawan, sehingga bisa dimanfaatkan oleh kecepatan pemain depan Arema, Noh Alam Shah, ketika bola lepas dan gagal diantisipasi pemain PSM.

Demi mendapatkan tiga poin di kandang lawan, Arema dipastikan akan tampil dengan kekuatan penuh bermaterikan 20 pemain. "Kita turun full team, hanya satu pemain belakang yang cedera yakni Purwaka, namun kita sudah menyiapkan penggantinya, Irfan Raditya," ujar Albert.

Demi mewujudkan ambisinya membawa pulang tiga poin, Albert akan menginstruksikan kepada pemainnya untuk lebih banyak menyerang seperti yang diperagakan pemain Aremas saat mengalahkan PSM 3-0 di Stadion Kanjuruhan pada akhir putaran pertama lalu.

Hanya saja, target yang diusung tim Arema tidak akan semudah itu digapai sebab PSM pada putaran ke II bermaterikan lima pemain asing dan beberapa pemain lokal berpengalaman yang baru direkrut, plus dukungan puluhan ribu suporter fanatiknya.

Partai penuh gengsi yang mempertemukan tim juara ini akan dipimpin salah satu wasit terbaik Indonesia, Jimmy Napitupulu didampingi hakim garis Dadang Sutiyoso dan Asep Rohandy.

Minggu, 07 Februari 2010

ROBERT BATAL DIPECAT

MALANG- Arema nyaris punya pelatih baru. Dalam rapat pengurus yayasan pada Jumat (5/2) malam, mereka memutuskan Ivan Kolev sebagai arsitek tim menggantikan Roberts Alberts.

Bahkan, nama mantan pelatih timnas Indonesia dan Persija Jakarta tersebut juga sudah disebut dalam pengumuman kemarin (6/2) pukul 14.00 bersamaan dengan informasi pemecatan Roberts. Tapi, pengumuman kembali diralat. Pada pukul 16.15, arsitek asal Belanda itu dinyatakan tetap melatih Arema.

Itu dilakukan setelah Ketua Yayasan Arema M. Nur, Dirut PT Arema Indonesia Gunadi Handoko, dan Manajer Rendra Kresna melakukan konsultasi dengan semua pihak seperti pembina yayasan, manajemen tim, jajaran pelatih, serta pemain

Ya, awalnya, Ketua Yayasan Arema M. Nur yang didampingi Dirut PT Arema Indonesia Gunadi Handoko secara mengejutkan mengumumkan pemecatan Robert pukul 14.00. Keputusan itu diambil setelah pengurus yayasan berkonsultasi dengan pembina Yayasan Arema Darjoto Setyawan, Andi Darussalam Tabusala, dan M. Said.

Alasan pemecatan karena Robert meminta keluar sebagai wujud solidaritas terhadap pelatih kiper Herman Kadiaman yang kemarin dipecat.

Herman sendiri tidak dipakai lagi di Arema karena dianggap tidak bisa berkomunikasi dengan kiper Markus Haris Maulana sehingga timbul perseteruan dengan Robert. Perseteruan itulah yang membuat Robert mengambil keputusan mencoret Markus.

"Robert tetap di Arema. Hanya Herman dan Markus yang mengundurkan diri," ucap Nur di kantor Arema kemarin.

Menurutnya, pertimbangan yayasan mempertahankan Robert karena banyak faktor. Salah satunya untuk menjaga keutuhan tim. Sebab, keberadaan Robert masih dibutuhkan di Arema untuk melanjutkan tren positif menggapai juara Indonesia Super League (ISL) 2009-2010.

Sumber Radar Malang (Jawa Pos Group) mengatakan, yayasan meralat keputusannya memecat Robert karena mantan pemain Ajax Amsterdam itu digandoli pemain.

Dalam diskusi dengan M. Nur dan Gunadi sekitar pukul 11.00, penggawa Arema meminta Robert dipertahankan. Sebab, belum ada jaminan bahwa pelatih baru (Kolev) akan bisa meneruskan prestasi yang telah ditorehkan Robert selama putaran pertama sehingga Arema mampu menjadi juara putaran pertama.

Pertimbangan lain, setelah Nur dan Gunadi bertemu Robert, mantan pelatih Serawak FC itu mengaku tidak pernah menyatakan mundur dari Arema karena bentuk solidaritas terhadap Herman.

"Saya tidak pernah mengatakan mundur dari Arema," ucap Robert.

Dia mengatakan sudah legawa atas keputusan manajemen yang mengakhiri kontrak Herman. Kini, dirinya sudah menganggap tidak ada masalah lagi dengan manajemen dan ingin fokus menyiapkan tim untuk menyambut laga kontra tuan rumah PSM Makassar (10/2).

Disinggung soal Markus, Nur mengatakan tidak lagi diperpanjang kontraknya karena sudah resmi mengundurkan diri. Markus mundur karena merasa tidak akan dimainkan Robert jika tetap di Arema. Jika itu yang terjadi, karirnya di timnas kena dampak.

Karena Robert dipertahankan, Nur mengatakan manajemen akan membatalkan rencana mendatangkan Kolev. Padahal, manajemen kemarin sudah meminta pelatih asal Bulgaria tersebut untuk membuat paspor dan visa agar bisa datang ke Malang.

"Ya secara otomatis kami batalkan untuk mendatangkan Ivan Kolev," ujar Nur.

Gunadi menambahkan, soal pengganti Herman, manajemen sudah mendekati pelatih kiper timnas Sudarno. Bahkan, Sudarno menyatakan kesediaannya melatih di Arema.

Hanya, detail kontraknya masih akan dibicarakan ketika bertemu di Malang. Sedangkan untuk pengganti Markus, manajemen masih melakukan perburuan pemain.

Gunadi menegaskan, keputusan tetap mempertahankan Robert dinilai sebagai keputusan yang bagus. Dia menganggap itu keputusan terbaik untuk menjaga keutuhan tim.

"Jadi, pertimbangannya untuk menjaga tim ini lebih baik sehingga Arema ke depan bisa semakin lebih baik," ungkapnya.

Sementara, Herman mengakui pasrah dengan keputusan manajamen. Dia mengaku bisa menerima keputusan manajemen. Herman juga mendoakan agar Arema agar bisa meningkatkan prestasi.

"Saya akan libur sementara dengan kumpul keluarga di Makassar," jelas mantan pelatih kiper Arema era Miroslav Janu ini.

Selain Herman dan Markus, Rendra Kresna kemarin juga resmi mundur dari jabatannya sebagai manajer Arema. Posisi Rendra sementara digantikan Mudjiono Mudjito (sekretaris yayasan). Sedangkan Rendra menempati posisi sebagai presiden kehormatan di PT Arema Indonesia sekaligus bendahara yayasan.

Rendra mengundurkan diri dari jabatan manajer karena ingin fokus pilkada Kabupaten Malang sehingga keberadaan dirinya di Arema tidak dianggap politis.

"Meski tidak di tim, saya tetap di yayasan," kata dia.(gus/yn/diq/jpnn)

Profil: Esteban, Latino Baru Arema

10 hal menarik yang perlu anda ketahui tentang Esteban Guillen, gelandang baru Arema Indonesia.

Esteban didatangkan Arema setelah mendepak gelandang asal Gabon, Landry Poulongaye. Di Arema, Esteban merupakan satu-satunya pemain asing asal Amerika Latin. Empat pemain asing Arema lainnya berasal dari Asia (Alam Shah dan Ridhuan, Singapura), Eropa (Roman Chmelo, Slovakia), dan Afrika (Pierre Njanka, Kamerun).

Kondisi ini mirip dengan Arema di putaran kedua musim lalu, yakni hanya punya satu pemain Latino, yakni Patricio Morales (Chile).

Esteban merupakan pemain asing ketiga Arema di posisi gelandang setelah Ridhuan Muhamad dan Roman Chmelo. Namun karakter Esteban lebih sebagai defensive midfielder, sementara Ridhuan biasa beroperasi di kedua flank, sementara Roman berperan sebagai gelandang serang, second striker, bahkan sebagai striker.

Di lini tengah, Esteban harus bersaing dengan pemain-pemain lokal Arema yang bermain cukup konsisten sepanjang putaran pertama lalu, yakni Ahmad Bustomi, Tomi Pranata, dan Roni Firmansyah.

Berikut rangkuman 10 hal menarik tentang Esteban:

1. Esteban memiliki nama lengkap Esteban Javier Guillen Tejera, berkewarganegaraan Uruguay, sebelumnya memperkuat Persikota Tangerang dan PSMS Medan.

2. Saat di Persikota, Esteban sudah menjadi kapten. Uniknya, ketika pindah ke PSMS, gaji enam bulan yang belum dibayar Persikota karena krisis finansial dibayar oleh klub berjuluk Ayam Kinantan itu.

3. Esteban ditunjuk menjadi kapten PSMS Medan oleh pelatih Rudi William Keltjes, menggantikan kapten sebelumnya pemain senior PSMS, M Affan Lubis.

4. Debut Esteban sebagai kapten PSMS Medan cukup spesial, yakni di ajang antar klub Asia (Piala AFC) menghadapi VB Maladewa.

5. Esteban dikontrak lima bulan dengan perhitungan kompetisi Liga Super musim 2009/10 berakhir bulan Mei, satu bulan tambahan sebagai antisipasi molornya jadwal pertandingan. Awalnya Onana Jules Denis sebagai agen Esteban ngotot meminta kliennya itu dikontrak enam bulan.

6. Biaya tiket dan Kitas Esteban ditanggung kedua pihak antara manajemen Arema dengan agen Esteban, Onana Jules Denis.

7. Esteban datang ke Indonesia tidak dari negaranya, Uruguay, tetapi berangkat dari Argentina.

8. Pelatih Arema, Robert Alberts, seperti dilansir Malang Post mengaku bahwa Esteban sudah menjadi bagian dari rencananya. Tapi belum diketahui apakah Esteban akan langsung dimainkan di Makassar. “Esteban on my plan, dia akan saya bawa ke Makassar. Kita lihat kondisinya karena baru melakukan perjalanan jauh,”

9. Bila langsung dimainkan menghadapi PSM, Esteban akan menghadapi trio latin anyar milik Juku Eja, yakni Oscar Aravena, Osvaldo Moreno, dan Luis Alejandro Pena.

10. Bila Pierre Njanka dengan senioritasnya langsung menjadi kapten Arema, akankah Esteban yang pernah menjadi kapten Persikota dan PSMS Medan itu akan menjadi wakil kapten Arema? Kita tunggu saja di putaran kedua.

Sabtu, 06 Februari 2010

Pelatih Kiper Mundur, Markus Ikut Hengkang dari Arema

Malang (beritajatim.com) - Mundurnya Herman yang asal Maros, Makassar itu, dikhabarkan ada beberapa masalah krusial dalam tim.

Termasuk, adanya miss komunikasi antara dirinya dengan Markus Maulana dan Robert Albert. Tidak dipakainya Markus Maulana yang juga Kiper Timnas Merah Putih itu dalam setiap pertandingan Arema, menjadi pemicu keretakan hubungan mereka.

Bahkan, atas mundurnya Herman ini pula, Manajemen juga mengatakan jika si kepala plontos Markus Maulana yang jago bola-bola tinggi itu, diungkapkan resmi mundur mengikuti jejak sang pelatih kiper .

"Untuk Markus, dia sudah ngomong ke manajemen ingin mundur. Kita beri kebebasan dia. Kalau mau mundur silahkan. Tapi, sejogya nya harus melalui surat pengunduran resmi dulu,” papar M Nur.

Dikatakan M Nur, setelah Markus membuat pernyataan mundur, terhitung sejak itulah penjaga gawang kelahiran Medan itu sudah tidak bisa berdiri dibawah mistar gawang Arema.�

Dan hal itu, akan dibicarakan lagi mengingat saat ini, Markus masih terikat kontrak dengan Arema. Beberapa hari belakangan Markus memang sudah tidak nampak pada deretan pemain baik saat latihan maupun dimess.
Khabarnya,� Markus sendiri juga terlihat kurang akrab dan tidak terlalu disukai oleh Robert Albert.

Usai konfrensi pers, Herman yang terlihat risau, lantas memeluk erat M Nur dan semua manajemen yang hadir ditempat itu. Ia juga terlihat menjabat erat tangan Robert Albert termasuk merangkul dua asisten pelatih Arema Joko Susilo dan Liestiadi.

“Tidak ada apa-apa dalam masalah ini. Karena saya harus menyelesaikan masalah keluarga, saya terpaksa harus meninggalkan Arema. saya yakin Arema bisa meraih juara. Karena Tim ini, sangat bagus dalam setiap pertandingan. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih pada Arema,” ungkap Herman yang terlihat raut wajahnya diliputi banyak persoalan itu.

Saat didesak beberapa wartawan apakah sikap mundurnya akibat ada tekanan dari manajemen, Herman yang mantan Kiper terbaik Indonesia itu, hanya tersenyum dan mengatakan tidak ada masalah apapun atas pengunduran dirinya ini sambil berlalu pergi.[yog/ted]

Pulang Latihan, Meneer Robert Albert Ngambek

Malang (beritajatim.com) - Suasana tegang kini terjadi di makas Arema Indonesia, Sabtu (06/02/10) siang. Wajah penuh harap kecemasan terpancar dari skuad singo edan dan manajemen.

Begitu tiba dari berlatih, bus pemain yang tiba dikantor Arema jalan Sultan Agung No.9, Kota Malang, nampak tegang.

Hal ini dipicu keputusan pelatih Arema Robert Albert memutuskan hengkang. Keputusen Mener kelahiran Inggris itu setelah pertememuan dengan manajemen semalam, tak ada titik temu.

Kabar pun tersiar lantaran sudah tidak ada lagi kecocokan antara manajemen dan pelatih. Tak hanya itu, keputusan hengkangnya Robert karena ada miss komunikasi antara manajemen, pelatih dengan penjaga gawang utama Markus Maulana.

Markus mengancam keluar dari Arema karena dia tidak pernah dimainkan oleh Robert Albert. Tak hanya itu, selama setengah musim Indonesia Super League bergulir, Markus banyak dibangku cadangkan.

Nah, keputusan pun terjadi, markus ngotot kabur. Tapi manajemen tidak mengijinkan yang berbuntut saling serang.

Robert yang tidak keberatan Markus hengkang, malah menjadi polemik berkepanjangan. Usai latihan, para punggawa Arema pun mendatangi kantor seketariat.

Rombongan skuad singo edan, tak nampak Markus Maulana, Pierre Njanka serta semua pelatih Arema termasuk Robert Albert. Sampai berita ini dikabarkan, satu persatu manajemen Arema datang ke Jalan Sultan Agung.

Gunadi Handoko selaku Direktur PT Arema Indonesia, hanya tersenyum saat tiba dilokasi. Ia langsung masuk kedalam kantor dan rapat mendadak bersama seluruh punggawa Arema.

Beberapa menit kemudian, giliran Muhammad Nur yang datang. Ketua Yayasan Arema itu terlihat santai dan menyapa para jurnalis yang menunggu diluar kantor.
"Salam arema. Gimana ini, sehat semua kan," sapa M Nur pada puluhan wartawan yang menunggu hasil rapat terkait hengkangnya Robert Albert.

Menurut lelaki paruh baya itu, tidak ada masalah berarti. Nur juga menjelaskan agar Arema tidak pernah diterpa masalah krusial dengan menggelar selamatan tumpeng.
Sampai siang ini, rapat mendadak masih berlangsung. Rapat tertutup itu, membuat puluhan wartawan dari media cetak dan elektronik, harus menunggu lebih dari tiga jam.[yog/ted]

Jumat, 05 Februari 2010

Markus Siap Makan Gaji Buta di Arema

Perseteruan kiper Markus Horison dan Pelatih Arema Indonesia, Robert Rene Albert belum menemukan titik terang. Kedua pihak belum menemukan kata sepakat hingga hari ini.

"Saya masih menunggu sikap manajemen Arema Indonesia. Kalau memang saya tidak mendapat jaminan tampil sebagai pemain inti, saya tetap ingin keluar dari Arema," kata Markus saat dihubungi VIVAnews, Jumat 5 Februari 2010.

Markus masih pulang ke kampung halamannya di Medan. Kiper utama tim nasional Indonesia ini menunggu manajemen Arema menghubunginya.

"Kalau tidak dihubungi juga, baru saya akan menghubungi mereka," kata Markus.

Markus mengancam akan meninggalkan Arema pada putaran kedua Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010. Sikap ini dipicu oleh keputusan Robert yang sering menempatkan kiper 28 tahun ini di bangku cadangan.

Padahal, jika jarang dimainkan, posisinya sebagai kiper utama Merah Putih jadi terancam. Puncak kekesalan Markus saat pelatih asal Belanda itu kembali memarkirnya saat Arema bertemu PSM.

"Kalau memang Rene berubah sikap dan memberikan saya jaminan untuk main, saya juga akan berubah sikap," kata pria yang juga dikenal dengan nama Markus Haris Maulana sejak menjadi muslim ini.

Konflik Markus-Robert telah menarik perhatian tim-tim peserta ISL. Beberapa tim bersedia menampung Markus bila Arema ternyata memutus kontraknya.

Menanggapi tawaran klub-klub tersebut, Markus tak ingin gegabah. Pasalnya, dia sadar kalau statusnya masih terikat kontrak dengan Arema Indonesia.

"Kalau klub yang mendekati saya sudah banyak. Namun, saya belum bisa memberi keputusan karena masih terikat dengan Arema," kata Markus.

"Kalau sampai kontrak saya digantung oleh Arema, ya berarti saya akan makan gaji buta di sana. Saya akan tetap di Arema, namun saya akan mangkir-mangkir dalam latihan," pungkasnya.

Kamis, 04 Februari 2010

Konflik dengan Arema, Markus Diincar 3 Klub

Kiper Arema Indonesia, Markus Haris Maulana memberi kepastian memilih keluar dari Tim Singo Edan. Kiper asal Medan itu mengaku sering bersitegang dengan Pelatih Kepala asal Belanda, Robert Rene Albert.

“Saya memang tak sepaham dengan pelatih Robert Albert. Saya harusnya bisa bermain di partai terakhir menjamu PSM Makassar. Tapi, saya tidak diturunkan. Saya sedang fit. Apa alasannya?” kata Markus dengan nada tinggi kala dihubungi GOSport mengaku sedang di Medan.

Markus mengaku bila secara profesional ia berhak melakukan protes kepada pelatih, sejauh dalam koridor aturan dalam tim. Apalagi, ini terkait dengan posisinya untuk tetap bertahan di timnas. Apalagi, pria 28 tahun ini masih menjadi kiper nomor 1 Merah Putih.

“Saya berhak menanyakan kepada dia, apa alasan kenapa saya tidak diturunkan? Aaya tidak sakit dan tak akumulasi kartu. Padahal, tampil reguler di tim inti membuat posisi saya untuk terus masuk timnas terjaga,” ujarnya dengan tegas.

Dengan status sebagai penjaga gawang utama timnas, dan posisi klub berada di puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010, Markus merasa Robert tak memberikan pernyataan tegas dari pertanyaannya.

“Daripada berselisih paham dan mengganggu tim, lebih baik saya pergi untuk menenangkan diri. Saya sih sudah lapor ke manajemen. Keinginan saya memang segera meninggalkan Arema. Memang belum ada keputusan final. Tapi, ya itu lah kondisi saya sekarang,” ungkap mantan kiper PSMS Medan ini.

Markus saat ini mengaku tinggal menunggu surat keluar dari klub Kota Apel itu. Ia mengaku belum berencana mengikat kontrak dengan klub lain. Meski demikian, setidaknya tiga klub Liga Super sudah melakukan pendekatan intensif dengan dirinya.

“Persiwa Wamena, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya intensif mengontak saya. Tapi, saya cenderung bergabung dengan tim yang menjamin saya bisa tampil reguler,” imbuhnya.

Asisten Pelatih Arema, Liestiadi, tak mau berkomentar panjang soal anak asuhnya tersebut. Ia hanya mengatakan bila Markus masih di Medan dan belum datang latihan.

“Arema sudah latihan sejak Senin (1 Februari 2010), tapi Markus belum datang. Mungkin dia masih di Medan. Soal dia, silahkan tanya ke manajemen saja,” tegas Liestiadi.

Gunadi Hartono, Direktur Utama PT Arema Indonesia meyakinkan jika keputusan final soal Markus akan diumumkan pada Kamis 4 Februari 2010.

“Manajemen dan tim pelatih akan mengadakan pertemuan. Salah satunya akan membahas soal Markus. Setelah itu, baru ada pengumuman tentang Markus. Dari kacamata saya, ini ‘kan persoalan antara Pelatih Robert Albert dengan Markus. Saya harap, ada penyelesaian terbaik antara mereka. Win-win solution tentunya,” papar Gunadi yang berharap Markus tetap berbaju Arema.

Rabu, 03 Februari 2010

ROBERT ANCAM TINGGALKAN AREMA

MALANG -- Pelatih Arema Robert Alberts agaknya benar-benar marah terhadap kiper Markus Haris Maulana. Sampai-sampai pelatih asal Belanda itu mengancam keluar dari Arema jika manajemen menggandoli Markus.

Robert menegaskan, pernyataan bahwa dirinya tidak membutuhkan Markus lagi di skuad Arema merupakan keputusan final. Artinya, Robert sudah mempersilakan penjaga gawang Timnas Indonesia itu meninggalkan Singo Edan "julukan Arema.

Apabila manajemen tetap mempertahankan Markus, Robert menganggap manajemen sudah melampaui kewenangan dirinya sebagai seorang pelatih. Padahal, urusan mencadangkan Markus yang akhirnya memicu keretakan tersebut adalah hak Robert dalam menangani tim. Pelatih yang mengetahui kebutuhan dan kemampuan seorang pemain.

"Markus keluar dari Arema sudah final. Jika Markus tetap dipertahankan, lebih baik saya yang keluar dari Arema," tandas Robert di sela-sela mendampingi Arema latihan futsal di Araya kemarin. Bagi Robert, pilihan keluar dari Arema bukan keputusan yang main-main karena menyangkut kredibilitasnya sebagai pelatih. Artinya, jika keputusan dirinya tidak dihargai manajemen, berarti manajemen sudah tidak respek terhadap dirinya.

Robert mengaku tidak terlalu risau kalau harus keluar dari Arema jika manajemen memaksa mempertahankan Markus. Sebab, masih banyak klub yang mau menerimanya apabila keluar dari Arema. "Tidak masalah kalau saya tidak di Arema. Saya bisa jadi pelatih di tim lain," ungkap mantan pemain Ajax Amsterdam tersebut.

Seperti diketahui, Robert memecat Markus. Sikap itu diambil Robert karena Markus dinilai tidak bersikap profesional. Markus mengancam keluar dari Arema karena kecewa tidak dimainkan saat Arema menjamu PSM Makassar (27/1) di Stadion Kanjuruhan. Padahal, waktu itu, pertimbangan Robert tidak memainkan Markus karena dianggap belum siap secara mental.

Maklum, Markus absen sekitar tiga minggu karena depresi. Jadi, Robert menilai butuh waktu bagi Markus untuk mengembalikan performanya ke level top. Robert menegaskan, sikap Markus yang tidak menghargai keputusannya dan mengancam keluar dari Arema tidak bisa ditoleransi.

Jika sikap itu dibiarkan, bisa turun wibawanya sebagai seorang pelatih. Akibatnya, pemain menjadi tidak respek terhadap dirinya. Apabila pemain sudah tidak respek, dia akan kesulitan menjadikan Arema sebagai tim yang solid di putaran kedua.

Meskipun Robert bersikukuh Markus harus keluar, manajer Arema Rendra Kresna akan tetap mengupayakan agar Markus tetap berada di tim berjuluk Singo Edan tersebut. Dia menganggap keputusan mengeluarkan Markus itu belum final karena belum mendapatkan persetujuan dari manajemen. "Kami akan pertemukan Robert dengan Markus agar ada jalan keluar yang terbaik," ucapnya kemarin.

Pertimbangan manajamen tetap mempertahankan Markus adalah mantan kiper PSMS Medan itu dianggap bisa menjadi daya tarik bagi Aremania. Terkait alasan Robert yang menilai Markus tidak bersikap profesional, Rendra mengatakan belum tentu penilaian Robert itu benar mengingat Markus merupakan salah satu pemain yang membela timnas. Rendra menduga ancaman keluar yang dilontarkan Markus kepada Robert bisa jadi karena emosional mengingat waktu itu Markus kecewa karena tidak dimainkan lawan PSM.

Semestinya, lanjut Rendra, kondisi itu bisa dimaklumi. Robert sebagai pelatih harus bisa memosisikan diri sebagai pengayom dan membina pemainnya agar bisa berperilaku lebih baik. "Kami kira kasus seperti ini sudah biasa dalam klub sepak bola. Di tim banyak pemain yang berbeda karakter. Tapi setiap persoalan antara pelatih dan pemain bisa dikomunikasikan. Bukan langsung melakukan pemecatan," ujar wabup Malang ini. (jpnn)

Selasa, 02 Februari 2010

JARANG TAMPIL MARKUS HORISON ANCAM MUNDUR DARI AREMA

Kiper Arema Indonesia Markus Horison sedang uring-uringan. Ia kecewa terhadap kebijakan pelatih/manajemen yang jarang menurunkannya selama putaran pertama Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010. Mantan pentolan PSMS Medan itu bahkan mengancam hengkang dari Singo Edan.

Menurut Markus, itu semua tergantung pada hasil pertemuan dengan manajemen Rabu (3/2) nanti. "Saya akan bicara langsung ke manajemen dan tim pelatih soal ini. Mereka sudah mengajak saya rapat hari Rabu nanti," ujar Markus yang berada di Malang ketika dihubungi, Senin (1/2).

Kiper utama tim nasional itu mengungkapkan, dirinya hanya diberi kesempatan tampil sembilan kali dari 17 laga Arema. "Saya cuma diberi kesempatan tampil sembilan kali dan ini sangat berpengaruh posisi saya di timnas. Sepertinya ada istilah anak emas di tim ini," papar Markus.

Ia menduga ada yang tak beres dengan keputusan pelatih membangkucadangkan dirinya. Ia sempat digosipkan sakit meski selama ini dalam kondisi bugar. "Saya paling kecewa ketika tak jadi main saat melawan PSM Makassar. Padahal, kondisi saya sangat bagus," tambahnya.

Manajemen tetap rileks menanggapi ancaman Markus. Dirut PT Arema Indonesia Gunadi Handoko mengatakan itu hanyalah ungkapan kegundahan sesaat Markus. "Kami yakin ia tak akan mundur. Itu hanya ungkapan kekecewaan Markus sesaat. Kami akan segera bertemu dengan Markus untuk membahas hal tersebut," cetus Gunadi Handoko.

Senin, 01 Februari 2010

ISL, LIGA JAGO KANDANG

Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 putaran I segera berakhir. Banyak fenomena menyertai separuh musim perjalanan liga sepakbola tanah air paling gemebyar ini.
Munculnya Arema Indonesia sebagai kekuatan anyar penuh kejutan. Serta kembalinya tim-tim elit: juara bertahan Persipura Jayapura, Persib Bandung dan Persija Jakarta ke papan atas.
Menariknya, hampir semua tim ISL layak mendapatkan label jago kandang. Bukan hanya Persiwa Wamena yang selama ini dikenal demikian karena keuntungan geografis Stadion Pendidikan.
Persiba Balikpapan yang berada di posisi 2 sampai paruh musim hanya sekali menang di kandang lawan. Meski itu dibukukan di kandang Arema, Kanjuruhan baru-baru ini, tak mengurangi keraguan akan kapasitas Tim Beruang Madu ini.
Persib boleh menyapu hampir seluruh laga di kandangnya, Jalak Harupat. Tapi, Maung Bandung baru sekali menang di kandang Persiba.
Persija juga tak terkalahkan di kandangnya: Gelora Bung Karno dan Lebak Bulus. Tapi, Macan Kemayoran juga baru sekali menang di laga away.
Tim bertabur bintang Sriwijaya FC sangat sulit ditaklukkan di Gelora Sriwijaya. Tapi, Laskar Wong Kito loyo di kandang lawan karena juga baru sekali menang.
Prestasi lumayan ditorehkan juara bertahan Persipura dan Persema Malang. Mereka dua kali menang di kandang lawan.
Aneh lagi adalah kemampuan Persela Lamongan yang nyaris menyapu semua laga kandang. Tapi, Laskar Joko Tingkir tak pernah menang di kandang lawan.
Hasil nyaris serupa ditoreh Persiwa Wamena yang menempatkan seri sebagai hasil terbaik di kandang lawan.
Fenomena apakah ini? Apakah tim-tim ISL menyerah dan hanya mengincar hasil seri sebelum bertanding di laga tandang?
Pantaskah tim-tim elit ISL hanya mengandalkan laga kandang sebagai tambang meraih tiga poin? Karena laga kandang bisa diatur?
Jawabannya hanya ada pada Arema Indonesia. Hanya Arema mampu menang di kandang lawan lebih dari dua kali.
Pimpinan klasemen sementara ISL ini menunjukkan kapasitasnya sebagai kandidat serius peraih gelar musim ini. Singo Edan tangguh di kandang dengan rekor enam kali menang dua kali seri dan sekali kalah (6-2-1).
Rekor tandang pasukan Robert Albert Rene ini juga seimbang: 5-1-2. Jadi, rasanya hanya Arek-arek Malang yang tak layak menyandang label jago kandang.
Seharusnya memang seperti itu kandidat juara ISL musim ini. Bukan hanya mengandalkan laga kandang, tapi juga diimbangi dengan kualitas di kandang lawan.
Jadi berdoalah agar Arema meneruskan kiprah apiknya dan menjadi juara musim ini. Atau akan muncul penantang serius yang memupus label jago kandang itu.

Sabtu, 30 Januari 2010

Aremania Juara Paruh Musim


Kemenangan tim Arema Indonesia atas psm(3-0) menjadikan tim beasuhan Robert Rene Albert tersebut menjadi juara paruh musim ISL. Dalam pertandingan tersebut Roman Camelo berhasil membuka score pada menit ke-4 berkat sundulan kepalanya. sementara 2 gol lainnya dicetak oleh punggawa asal Singapura Noh Alam Syah dan Fakhrudin. Dengan disaksikan oleh puluha ribu aremania Roman dkk merayakan kemenangan tersebut dengan melakukan selebrasi. Dibelakang kegembiraan itu, nasib buruk diterima oleh gelandang arema Laundry yang dipecat oleh Robert karena permainannya yang kurang konsisten selama membela tim Arema Indonesia. Dalam waktu dekat ini Robert akan mencari pemain asing pengganti Loundry untuk memenuhi jatah kuota pemain asing.