JAYAPURA-Arema Indonesia dipastikan tidak akan berjuang sendiri saat menantang Persipura Jayapura, di Stadion Mandala, Jayapura, Sabtu (24/4) besok. Tim berjuluk Singo Edan ini akan didukung oleh Aremania yang berada di Jayapura dan sekitarnya.
Paling tidak, dari sambutan meriah paguyuban keluarga besar Arema Jayapura tadi malam, cukup memberi semangat pada pemain Arema. Pierre Njanka dkk dijamu Arema Jayapura di Lantamal, TNAL, Jayapura.
Wartawan Malang Post M.Buari melaporkan, ratusan Arema Jayapura beramah tamah dengan pemain dan tim pelatih Arema. Menurut ketua korwil Arema Jayapura, Bagus, acara tadi malam pada intinya adalah sebagai bentuk dukungan pada tim Arema yang akan bertanding lawan Persipura. “Kita juga mengucapkan selamat datang pada tim Arema di Papua, ini kami disini membuktikan bahwa Arema itu tak kemana-mana tapi ada dimana-mana, inilah bentuk dukungan kami untuk Arema,” ungkap Bagus yang memandu acara. Lebih lanjut, pria asal Bugis, Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang ini mengaku tidak bisa secara langsung memberi dukungan pada tim Arema di lapangan. Pasalnya, kondisi keamanan di Jayapura dan supporter Persipura belum sepenuhnya bisa menerima suporter tamu.
“Karena alasan keamanan, kita tidak memungkinkan datang ke stadion dengan atribut Arema, karena supporter disini tidak bisa menerima supporter tamu, dan dua tahun lalu saat turun langsung kita dilempari oleh supporter tuan rumah,” jelasnya.
Praktis, dukungan dari Arema Jayapura, menurut Bagus hanya berupa dukungan moril dan doa. Termasuk acara tadi malam adalah dukungan secara moril, bahwa Arema tetap memiliki pendukung meski bermain jauh dari Malang.
Sementara itu menurut Ketua Umum Arema Jayapura, Joko Susilo, acara tadi malam sekaligus silaturahmi dan temu kangen dengan tim Arema. Menurutnya, kehadiran Arema ini memberi semangat Arema (Arek Malang) di Jayapura.
“Atas prestasi yang diraih tim Arema ini telah memberi penghargaan buat rakyat di Papua, Arek Malang jadi dikenal dan disegani, kami tentu bangga menjadi Arek Malang,” ungkap Joko mengaku anggotanya yang tercatat resmi di Jayapura berkisar antara 500 sampai 600 orang.“Saya berharap Arema akn terus eksis, dan sesuai namanya Arema Indonesia, tidak hanya berkiprah di tingkat domestic tapi juga internasional. Mudah-mudahan, tahun ini Arema meraih gelar juar,” sambung Joko Susilo, Arema asal Punten, Batu, tadi malam.
Atas dukungan kuar biasa dari Arema Jayapura ini, pelatih Arema, Robert Alberts merasa senang dan bangga. Menurutnya, dukungan Aremania ini bisa jadi pelecut semangat pemain Arema untuk memberi hasil terbaik di Jayapura. “Ini dukungan yang bagus. Saya harap bisa jadi motivasi pemain untuk tampil bagus,” katanya. (bua/nug)
OPTIMIS RAIH POIN
JAYAPURA-Pada laga leg pertama Indonesia Super League (ISL) di Stadion Kanjuruhan, 9 Desember 2009 lalu, Arema Indonesia mampu mengalahkan Persipura Jayapura dengan skor 2-1. Dua gol Singo Edan diborong M Fakhrudin. Sedangkan satu gol balasan lawan dicetak Paulo Rumere.
Kisah dua gol kemenangan Arema itu kini membayangi Fakhrudin saat akan menantang Persipura, Jayapura di Stadion Mandala, Sabtu (24/4) besok. Gelandang sayap yang terkenal dengan goyang gergajinya ini menyimpan harapan untuk kembali menjebol gawang Persipura.
"Ya, mudah-mudahan saja saya bisa kembali mencetak gol untuk Arema, tapi meski saya tidak cetak gol, yang penting Arema dapat poin di Jayapura. Dan peluang kita untuk juara akan semakin terbuka," ungkap Fakhrudin, kemarin pagi.
Menurutnya, Persipura adalah tim yang sulit untuk ditaklukkan saat bermain di kandangnya. Untuk itu mantan pemain Persisam Samarinda ini mengaku secara pribadi melakukan persiapan khusus jelang menghadapi Jack Komboy dkk.
"Pasti ada persiapan khusus, seperti penjagaan kondisi harus lebih matang, dan kita harus menyiapkan mental. Persipura tim bagus yang tak banyak perubahan dari musim lalu, jadi team work mereka bagus, itu harus kita waspadai," terang Fakhrudin.
Meski terbilang laga yang paling berat bagi Arema, pemain asal Sidoarjo ini mengaku optimis timnya dapat poin di kandang Jayapura.
"Kita pasti optimis, karena setiap pertandingan kita selalu optimis, dan setiap pertandingan Arema ini seperti laga final," yakin Fakhrudin.
Sementara itu keinginan pelatih Arema untuk mencoba lapangan Stadion Mandala, Jayapura, sore ini gagal terwujud. Pasalnya pantia setempat memberi jatah Arema latihan pada pagi ini, mulai pukul 09.00 WIT.
Kenyataan ini sulit untuk diterima pelatih Arema, Robert Alberts yang hingga kemarin sore masih berusaha agar timnya latihan sore. Namun panitia tetap memutuskan Arema untuk latihan pagi, tepatnya setelah latihan Persipura.
"Ini tidak bagus, panitia tidak mau bekerjasama, mereka mau Arema latihan pagi, mungkin ini langkah sabotase Persipura. Padahal di Malang kita mau bekerjasama dengan Persipura," ungkap Robert mengaku akan melakukan protes saat acara technical meeting, malam ini.
"Kita mau latihan sore untuk adaptasi cuaca pada sore hari, karena pertandingan digelar sore, dan besok pagi pemain bisa istirahat lebih panjang, tapi sekarang kita harus atur ulang jadwal tim Arema," sambung pelatih asal Belanda ini, kemarin sore.
Meski gagal latihan sore, Robert tetap mengusung pemainnya ke Stadion Mandala, kemarin sore. Kebetulan, jarak hotel Tirta Mandala tempat tim menginap dengan stadion cukup dekat, jadi pemain berjalan kaki. Sayang, saat masuk stadion, kondisi stadion sudah gelap.
"Program jalan-jalan ini untuk recovery pemain setelah perjalanan jauh, kita harap sirkulasi darah kembali lancar. Sore ini memang tidak ada latihan di lapangan, kita hanya ingin melihat kondisi lapangan di Stadion Mandala," terang Robert, kemarin sore.
Usai dari stadion, pemain Arema hanya diminta untuk peregangan masing-masing. Menurut Robert, pasukannya membutuhkan waktu istirahat yang cukup untuk laga besok sore. Dan sebelum istirahat, pemain masih menyempatkan lihat rekaman pertandingan Persipura, tadi malam. (bua/jon)
Jumat, 23 April 2010
Minggu, 21 Februari 2010
AREMA PUAS DENGAN HASIL 3-0
Malang - Pelatih Arema Indonesia Renne Albert mengaku puas atas kemenangan atas Persik Kediri dengan skor 3-0 dalam laga lanjutan Indonesia Super Liga (ISL) di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang, Kamis (18/2). "Puas karena berhasil menambah kemenangan atas Persik," katanya.Dalam sejarah sepakbola Liga Indonesia, Arema tercatat bertemu dengan Persik sebanyak 9 kali. Tujuh pertandingan dimenangkan Persik. Sedangkan Arema hanya memenangi dua laga terakhir, yakni di Stadion Surajaya Lamongan dan Stadion Kanjuruhan.
Menurut Albert, kunci kemenangan Arema terletak pada disiplin para pemain menjaga variasi antara menyerang dan bertahan. Pada babak pertama, misalnya, para pemain Arema lebih berkonsentrasi menyerang sehingga banyak mendapatkan kesempatan mencetak gol. "Pada babak pertama seharusnya bisa mencetak gol lebih dari satu," ujarnya.
Pada babak kedua, para pemain Arema diinstruksikan untuk bertahan dengan sesekali melakukan serangan balik. Instruksi ini mulai dijalankan setelah pertandingan babak kedua berjalan dua puluh menit. "Dua gol pada babak kedua hanya keberuntungan saja," tutur Albert.
Kubu Persik Kediri memaklumi kekalahan ini karena ada lima pemain yang tak bisa turun yang berdampak terbatasnya pemain cadangan. "Patricio akan kami ganti, tapi tak jadi karena kondisi pemain lain tak memungkinkan," kata Pelatih Persik Agus Yuwono.
Agus menilai kekalahan timnya disebabkan karena kelengahan para pemain. "Bukan kesalahan individu, tapi kolektif. Semua lengah baik saat bertahan maupun menyerang," ujarnya.
Persik akan menjadikan pertandingan ini sebagai bahan evaluasi menghadapi pertandingan selanjutnya melawan Persema Malang di Stadion Gajayana Malang Minggu (22/2),
Arema Indonesia mengalahkan Persik dengan skor 3-0. Gol Arema diciptakan oleh tiga pemain asingnya; Noah Alam Syah pada menit ke 23, Roman Camello pada menit ke 82, dan Pierre Njanka pada menit ke 90.
Langganan:
Postingan (Atom)

